MATERI LENGKAP FLEXIBLE BUDGET
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Terjadinya
persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha terutama bagi
perusahaan-perusahaan yang menghasilkan dan mendistribusikan produk yang
sejenis, maka perusahaan harus mengatur
dan mengelola sumber keuangan yang dimilikinya secara cermat agar perusahaan
dapat mempertahankan eksistensi dan kontinuitas usahanya. Salah satu bentuknya
adalah perencanaan dan pengendalian.
Proses
perencanaan dilakukan dengan mengevaluasi prestasi masa lalu dan menilai
kondisi masa yang datang. Prestasi masa lalu dievaluasi untuk mengetahui apakah
laba yang ditetapkan telah dicapai, serta faktor yang mempengaruhinya.
Sedangkan penilaian kondisi di masa yang akan datang dilakukan untuk mengetahui
perkembangan lingkungan ekstern dan intern yang akan mempengaruhi laba
perusahaan. Perencanaan diperlukan oleh perusahaan sebagai alat
pengkoordinasian kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian-bagian yang ada dalam
perusahaan. Dengan adanya suatu perencanaan, maka kegiatan-kegiatan seluruh
bagian dalam perusahaan akan saling menunjang dan bahu-membahu secara bersama
menuju ke sasaran yang telah ditetapkan. Hasil yang diperoleh pada proses
perencanaan akan menjadi dasar untuk melakukan fungsi pengendalian. Proses
pengendalian dapat berfokus pada peristiwa-peristiwa sebelum, selama, atau
setelah sebuah proses.
Ray
Garrison dan Noreen dalam buku Akuntansi Manajerial, terjemahan A. Totok
Budisantoso (2000:111) bahwa :
Pengendalian sebagai perbandingan berlanjut
atas pelaksanaan sebenarnya dengan program, atau anggaran yang disiapkan
melalui fungsi perencanaan. Salah satu metode pengendalian yang paling umum
digunakan, adalah proses penentuan target-target untuk berbagai pengeluaran
organisasi dan pengawasan hasil kemudian membandingkannya dengan anggaran
membuat perubahan yang diperlukan.
Pengendalian
yang efektif membutuhkan perangkat atau wadah informasi guna mengkomunikasikan
hasil perencanaan pada seluruh tingkatan manajemen. Perangkat/wadah tersebut
dinamakan anggaran (budget). Anggaran menggambarkan rencana untuk masa
yang akan datang yang akan diekspresikan dalam istilah-istilah keuangan formal.
Menurut
Darsono Prawironegoro dan Ari Purwanti dalam buku Akuntansi Manajemen
(2009:133) bahwa :
Fleksibilitasnya anggaran terbagi atas dua
yaitu anggaran statis yaitu suatu anggaran yang disusun hanya untuk satu
tingkat aktivitas saja. Kemudian anggaran fleksibel yang merupakan anggaran
yang disusun berdasarkan beberapa tingkat aktivitas.
Anggaran Statis
mempunyai kelemahan dalam penerapannya di dalam perusahaan karena disusun hanya
untuk satu tingkat aktivitas saja, sehingga kurang efektif jika dijadikan
sebagai alat pengendalian. Hal ini menyebabkan terjadinya penyimpangan antara
anggaran dan realitasnya. Oleh karena itu anggaran fleksibel dianggap lebih
cocok untuk dijadikan sebagai prinsip pengendalian karena disusun berdasarkan
beberapa tingkat aktivitas, sehingga pengendalian menjadi lebih efektif dan
efisien.
Selanjutnya
Darsono Prawironegoro dan Ari Purwanti (2009:134) mengemukakan bahwa: Anggaran
fleksibel dapat menjadi salah satu alternatif dalam memberikan solusi pada
pengukuran kinerja yang memberikan akibat lanjut bagi kemampuan mengantisipasi
perubahan-perubahan yang terjadi pada tingkat aktivitas dalam periode anggaran
dan dapat digunakan untuk menganalisis penyimpangan biaya dengan lebih baik.
Dengan demikian anggaran fleksibel sangat bermanfaat dalam pengendalian biaya
produksi.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan Anggaran
Fleksibel (Flexible Budget)?
2.
Bagaimana Konsep anggaran Fleksibel
(Flexible Budget)?
3.
Apa yang dimaksud dengan Variance serta
jenis-jenis Variance ?
4.
Bagaimana cara penyusunan Laporan
kinerja dengan pendekatan Anggaran Fleksible (Flexible Budget)?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunana makalah
ini adalah diharapka kami mampu :
1.
Mengetahui dan menjelaskan konsep
anggaran fleksibel (Flexible Budget),
2.
Menjelaskan keunggulan anggaran
fleksibel (Flexible Budget) dibanding anggaran statis (Statis planning budget)
3.
Menyusun anggaran fleksibel (Fleksible
Budget)
BAB II
PEMBAHASAN
A.
FLEXIBLE BUDGET
Flexible budget
adalah laporan yang menunjukkan estimasi besarnya revenue dan cost yang
seharusnya, pada tingkat actual aktivitas tertentu selama periode.
1.
Karakteristik
Flexible Budget
Flexible budget
memperhitungkan perubahan-perubahan dalam aktivitas yang mempengaruhi cost. Flexible budget memeberikan estimasi nilai revenue dan cost yang
seharusnya terjadi untuk setiap tingkat aktivitas dalam periode tertentu. Pada
saat flexible budget digunakan dalam
evaluasi kinerja, actual cost dibandingkan
dengan cost yang seharusnya terjadi pada tingkat
aktivitas selama periode tertentu bukan dengan static planning budget. Ini merupakan perbedaan yang sangat
penting. Jika penyesuaian untuk tingkat aktivitas tidak dibuat, maka sangat
sulit untuk menginterperetasikan perbedaan antara actual cost dengan budgeted.
Flexibel
budget mempunyai beberapa keunggulan, Ahmad (2007:179) menjelaskan kegunaan
utama anggaran fleksibel yaitu :
§ Untuk
memudahkan persiapan Flexible budget bagi Pusat Pertanggung jawaban untuk
dicantumkan dalam Rencana LabaTaktis.
§ Menyajikan
sasaran yang jelas dari pengeluaran bagi para manajer di Pusat
Pertanggungjawaban selama periode yang tercakup dalam kerangka rencana laba.
§ Menyuguhkan
jumlah-jumlah anggaran pengeluaran yang disesuaikan dengan aktivitas aktual
untuk perbandingan-perbandingan (terhadap pengeluaran aktual) dalam laporaran
kinerja bulanan.
Supriyono
(2009:340) juga menjelaskan beberapa keunggulan Flexible Budget. Keunggulannya
terletak pada dua hal, yaitu :
§ Flexible
Budget dapat dipakai sebagai alat perencanaaan laba dengan lebih baik yaitu
melalui analisa hubungan biaya-volume-laba,
§ Flexible
Budget dapat digunakan untuk menganalisis penyimpangan biaya dengan lebih baik.
Flexible budget dapat diterapkan dalam semua fungsi perusahaan (Produksi,
Penjualan dan Administratif) dan lebih sering digunakan dalam Pusat
tanggungjawab pada fungsi produksi, karena :
a. Operasional
cenderung berulang
b. Terdapat
pengeluaran heterogen yang sangat besar
c. Keluaran
atau aktivitas dapat diukur secara realisitis Penyusunan flekxible budget
ditandai oleh kesadaraan manajemen.
2. Kelemahan Static Planning Budget
Static
Planning Budget adalah anggaran yang disiapkan hanya untuk suatu level
aktivitas tertentu yang direncanakan. Kelemahan menggunakan static budget
adalah munculnya kesulitan dalam menilai kinerja aktivitas apabila aktivitas
aktual berbeda dengan aktivitas yang direncanakan. Untuk dapat menilai
aktivitas aktual dengan dengan lebih baik, anggaran harus dibuat fleksibel.
Flexibel
budget memberikan rencana detail untuk mengontrol biaya, terutama overhead
untuk beberapa level aktivitas dalam range yang relevan bagi perusahaan,
flexibel budget dapat memberikan dasar yang lebih baik dalam membandingkan
actual cost dan expected cost pada jumlah aktivitas aktual .
Untuk
mengilustrasikan perbedaan antara static planning budget dan flexible budget,
kita akan menggunakan kasus Rick’s Hairstyling, salon penata rambut kelas atas
di Beverly Hills yang dimiliki dan dikelola oleh Rick Manzi. Salon ini memiliki
pelanggan-pelanggan setia-banyak diantara pelanggannya bekerja di industry
perfileman. Akhir-akhir ini Rick berusaha untuk mengendalikan revenue dan cost sebaik-baiknya, dan atas desakan penasihat bisnisnya, Victorio
Kho, dia mulai menyusun anggaran bulanan. Victoria Kho adalah seorang akuntan
yang berpraktik secara independen, yang secara khusus menangani usaha kecil
dibidang jasa seperti Rick’s Hairstyling.
Pada akhir Februari, Rick dengan
saksama menyusun anggaran bulan Maret seperti yang tampak pada TAMPILAN 9-1.
Rick percaya bahwa jumlah anggaran yang dilayani dalam bulan tersebut merupakan
cara terbaik untuk mengukur keseluruhan tingkat aktivitas disalonnya. Kunjungan
pelanggan tersebut ia sebut sebagai client-visit.
Pelanggan yang datang ke salon dan ditata rambutnya dihitung sebagai kunjungan
satu orang klien,
Rick mengidentifikasikan delapan
kategori costs utama, yaitu wage and
salaries, hairstyling supplies, client
gratuities, electricity, rent, liability insurance, employee health insurance dan
miscellaneous. Client gratuities terdiri atas bunga, permen, dan sampanye
dalam gelas yang diberikan kepada pelanggan yang ada disalon.
Rick's Hairstyling
|
|||
Planning Budget
|
|||
For the Month Ended
March 31
|
|||
Budgeted client-visit (q)
|
1000
|
||
Revenue ($180,00q)
|
$ 180,000
|
||
Expenses:
|
|||
Wage and salaries
($65.000 + $ 37,00q)
|
$
102,000
|
||
Hairstyling supplies
($1.50q)
|
$
1,500
|
||
Client gratuities
($4,10q)
|
$
4,100
|
||
Electricity ($1.500 + $0,10q)
|
$ 1,600
|
||
Rent ($28.500)
|
$
28,500
|
||
Liability insurance ($ 2.800)
|
$
2,800
|
||
Employee health insurance($21.300)
|
$
21,300
|
||
Miscellaneous
($1.200 + $0,20q)
|
$
1,400
|
||
Total expenses
|
$ 163,200
|
||
Net Operating Income
|
$
16,800
|
||
Gambar 9-1 (Planning
Budget)
Rick bekerja sama dengan Victoria,
telah mengestimasi rumus cost untuk setiap cost. Sebagai contoh, mereka
menentukan bahwa rumus cost untuk electricity adalah $1.500 + 0,10q, di mana q
adalah total client-visit (kunjungan klien). Dengan kata lain, electricity
merupakan mixed cost dengan $1.500 elemen tetap dan $0,10 elemen variable per
kunjungan klien. Ketika tingkat aktivitas dianggarkan sebesar 1.000 kunjungan
klien, sangat mudah untuk menghitung jumlah yang dianggarkan untuk setiap pos.
Sebagai contoh , menggunakan rumus cost, budgeted cost untuk electricity adalah
$1.600 (=$1.5000 + $0,10 x 1.000).
Pada akhir Maret , Rick mendapati
bahwa laba aktualnya adalah $21.230 seperti yang ditunjukkan pada Tampilan 9-2.
Sangat penting untuk menyadari bahwa hasil actual tidak ditentukan dengan memasukkan jumlah actual kunjungan klien
kedalam rumus revenue dan cost. Rumus
ini secara sederhana mengestimasi jumlah revenue dan cost yang seharusnya
terjadi untuk tingkat aktivitas tertentu. Hal yang actual terjadi biasanya
berbeda dengan yang telah direncanakan.
Rick's Hairstyling
|
|||
Income Statement
|
|||
For the Month Ended March 31
|
|||
Actual client-visit
|
1100
|
||
Revenue
|
$
194,200
|
||
Expenses:
|
|||
Wage and salaries
|
$
106,900
|
||
Hairstyling supplies
|
$ 1,620
|
||
client gratuities
|
$ 6,870
|
||
Electricity
|
$ 1,550
|
||
Rent
|
$ 28,500
|
||
Liability Insurance
|
$ 2,800
|
||
Employee Health Insurance
|
$ 22,600
|
||
Miscellaneous
|
$ 2,130
|
||
Total Expenses
|
$
172,970
|
||
Net Operating Income
|
$ 21,230
|
||
Gambar 9-2 (Hasil
Aktual Laporan Laba Rugi)
Kembali mengacu pada Tampilan 9-1, Net
operating income yang dianggarkan adalah $16.800 sehingga actual profit lebih tinggi dari yang
direncanakan di awal bulan. Hal ini tentu saja merupakan berita bagus, tetapi
Rick ingin mengetahui lebih lanjut. Bisnis naik sampai dengan 10% -salon mendapatkan 1.100 kunjungan klien, bukan 1.000
kunjungan klien seperti yang direncanakan. Apakah hal tersebut dapat
menjelaskan Net Operating Income? Jawabannya adalah tidak. Kenaikan Net
operating income sebesar 10% ini berniilai $18.480 (=1.1 x $16.800), bukan
$21.230 yang actual dihasilkan selama bulan tersebut. Apa yang menyebabkan
hasil yang memuaskan ini? price yang lebih tinggi? Cost yang lebih rendah?
Sesuatu yang lain? Apapun penyebabnya, Rick ingin mengetahu jawabannya dan
berharap dapat mengulangi kinerja yang
sama tersebut untuk bulan depan.
Untuk menganalisis kejadian di bulan
Maret, Rick menyusun laporan yang membandingkan cost actual dengan yang
direncanakan seperti pada tampilan 9-3. Perhatikan bahwa sebagian besar varian
dalam laporan tersebut ditandai dengan unfavorable (u), bukan favorable
(f), meskipun Net operating income lebih tinggi dari yang diharapkan.
Sebagai contoh, wage and salaries menunjukkan varian yang tidak menguntungkan (unfavorable)
sebesar $4.900 karena anggaran telah menetapkan jumlah wage and
salaries sebesar $102.000, sedangkan actual
wage and salaries expenses adalah
$106.900. masalahnya adalah, seperti yang disadari Rick, bahwa laporan
tersebut membandingkan revenue dan cost pada tingkat satu aktivitas (1.000
kujungan klien) terhadap revenue dan cost
pada tingkat aktivitas yang berbeda (1.100 kunjungan klien). Hali ini
seperti membandingkan apel dengan jeruk. Oleh karena Rick mempunyai 100
kunjungan lebih banyak dari yang diharapkan, maka beberapa cost akan lebih
tinggi dari yang dianggarkan. Dari sudut pandang Rick, kenaikan dalam aktivitas
ini adalah bagus dan harus dihitung sebagai varian yang menguntungkan, tetapi
kenaikan dalam aktivitas ini juga mempunyai pengaruh negative pada sebagian
besar cost pada laporan. Rick mengetahui bahwa sesuatu harus dilakukan untuk
membuat laporan tersebut lebih berarti, tetapi dia tidak yakin harus melakukan
apa. Rick kemudian membuat janji untuk bertemu dengan Victoria Khou guna
mendiskusikan langkah selanjutnya.
Victoria :Bagaimana proses penganggaran Anda?
Rick :Cukup
baik, saya tidak mempunyai masalah dalam menyusun anggaran bulan Maret dengan
yang dianggarkan, tetapi laporan tersebut tidak benar-benar memberikan hasil
yang ingin saya ketahaui.
Victoria :Apakah
karena tingkat aktivitas actual tidak memenuhi aktivitas yang Anda anggarkan?
Rick :Benar,
saya tahu bahwa itu seharusnya tidak mempengaruhi cost tetap saya, tetapi saya
memiliki lebih banyak kunjungan klien dibandingkan dengan yang saya harapkan
sehingga hal tersebut memengaruhi cost variable.
Victoria :Jadi
Anda ingin tahu apakah cost actual yang lebih tinggi ini disebabkan oeh tingkat
aktivitas actual yang juga lebih tinggi
Rick :
Tepat.
Victoria :
Jika Anda memberikan laporan dan data-datanya kepada saya, maka saya dapat
mengerjakannya nanti, dan besok saya akan melaporkan hasilnya kepada Anda.
Rick's Hairstyling
|
|||||
Comparison of Planning
Budget to Actual Result
|
|||||
For the Month Ended March 31
|
|||||
Planning
|
Actual
|
Variance
|
|||
Budget
|
Result
|
||||
Aktual client-visit
|
1000
|
1100
|
|||
Revenue
|
$ 180,000
|
$ 194,200
|
$ 14,200
|
F
|
|
Expenses:
|
|||||
Wage and salaries
|
$ 102,000
|
$ 106,900
|
$
4,900
|
U
|
|
Hairstyling supplies
|
$ 1,500
|
$ 1,620
|
$ 120
|
U
|
|
client gratuities
|
$ 4,100
|
$ 6,870
|
$ 2,770
|
U
|
|
Electricity
|
$
1,600
|
$
1,550
|
$ 50
|
F
|
|
Rent
|
$ 28,500
|
$ 28,500
|
0
|
||
Liability Insurance
|
$ 2,800
|
$ 2,800
|
0
|
||
Employee Health Insurance
|
$ 21,300
|
$ 22,600
|
$ 1,300
|
U
|
|
miscellaneous
|
$ 1,400
|
$ 2,130
|
$ 730
|
U
|
|
Total Expenses
|
$ 163,200
|
$ 172,970
|
$ 9,770
|
U
|
|
Net
Operating Income
|
$
16,800
|
$
21,230
|
$
4,430
|
F
|
|
Gambar 9-3 ( Perbandingan antara Planning
Budget statis dan hasil aktual)
3.
Cara
Kerja Flexible budget
Pendekatan
flexible budget mengakali bahwa
suatau anggaran dapat disesuaikan untuk menunjukkan
besar cost yang seharusnya terjadi untuk tingkat aktivitas actual tertentu.
Untuk mengilustrasikan cara kerja flexible
budget, Victoria menyusun laporan seperti dalam Tampilan 9-4 yang menunjukkan
besarnya revenue dan cost yang seharusnya terjadi pada tingkat aktivitas actual
tertentu dibulan Maret. Penyusunan laporan tersebut sangat sederhana. Formula
cost untuk setiap cost digunakan untuk mengestimasi besarnya cost yang
seharusnya terjadi untuk 1.100 kunjungan klien-tingkat aktivitas actual di
bulan Maret. Sebagai contoh, dengan rumus cost $1.500q + $0,10q, cost electricity
dibulan Maret seharusnya adalah $1,610 (=1.500 = $0,10 x 1.100).
Kita
dapat melihat dari flexible budget tersebut bahwa Net operating income di bulan
Maret seharusnya $30,510, tetapi ingat bahwa tampilan 9-2 menunjukkan besar Net
operating income actual hanya $21.230. hasil tersebut tidak seperti yang kita
harapkan.
Rick's Hairstyling
|
|||
Flexible budget
|
|||
For the Month Ended March 31
|
|||
Aktual jumlah
kunjungan klien (q)
|
1100
|
||
Revenue ($180,00q)
|
$
198,000
|
||
Expenses:
|
|||
Wage and salaries
($65.000 + $ 37,00q)
|
$
105,700
|
||
Hairstyling supplies
($1.50q)
|
$
1,650
|
||
client gratuities
($4,10q)
|
$
4,510
|
||
Electricity ($1.500 +
$0,10q)
|
$ 1,610
|
||
Rent ($28.500)
|
$
28,500
|
||
Liability insurance($ 2.800)
|
$
2,800
|
||
Employee health
insurance($21.300)
|
$
21,300
|
||
miscellaneous
($1.200 + $0,20q)
|
$
1,420
|
||
Total Expenses
|
$
167,490
|
||
Net Operating Income
|
$ 30,510
|
||
Gambar 9-4( Flexible
budget berdasarkan aktivitas aktual)
Untuk menyimpulkan hal ini, Rick menganggarkan laba sebesar
$16.800. Actual profit sedikit lebih tinggi -- $21.230. meskipun demikian,
jumlah profit menurut flexible budget di bulan Maret seharusnya lebih tinggi --
$$30.510 apakah penyebab dari perbedaan tersebut? Rick tentunya ingin meningkatkan faktor
positif sekaligus mengurangi faktor negatif. Tetapi faktor-faktor apakah itu?
B.
VARIAN
FLEXIBLE BUDGET
1.
Activity
Variance
Bagian
dari perbedaan antara profit yang dianggarkan dan actual profit yang merujuk kepada fakta bahwa
tingkat aktivitas actual di bulan Maret lebih tinggi dari yang diharapkan.
Dalam Gambar 9-5 dapat dilihat bahwa planning budget dari awal periode
dibandingkan dengan flexible budget berdasarkan tingkat aktivitas actual selama
periode tersebut. Planning budget menunjukkan hal yang seharusnya terjadi pada
tingkat aktivitas actual. Dengan demikian perbedaan antara planning budget dan
flexible budget menunjukkan hal yang
seharusnya terjadi semata-mata karena tingkat aktivitas actual berbeda dari
yang diharapkan.
Contoh
Flexible budget variance (activity
variance) dapat dilihat pada table dibawah ini:
Rick's Hairstyling
|
|||||
Activity variance
|
|||||
For the Month Ended March 31
|
|||||
Planning
|
Flexible
|
Activity
|
|||
Budget
|
Budget
|
Variances
|
|||
Budgeted client-visit (q)
|
1000
|
1100
|
|||
Revenue ($180,00q)
|
$
180,000
|
$
198,000
|
$
18,000
|
F
|
|
Expenses:
|
|||||
Wage and salaries ($65.000 + $ 37,00q)
|
$ 102,000
|
$ 105,700
|
$ 3,700
|
U
|
|
Hairstyling supplies ($1.50q)
|
$ 1,500
|
$ 1,650
|
$ 150
|
U
|
|
Client gratuities ($4,10q)
|
$ 4,100
|
$ 4,510
|
$ 410
|
U
|
|
Electricity ($1.500
+ $0,10q)
|
$
1,600
|
$ 1,610
|
$ 10
|
U
|
|
Rent ($28.500)
|
$ 28,500
|
$ 28,500
|
$ -
|
0
|
|
Liability insurance ($
2.800)
|
$ 2,800
|
$ 2,800
|
$ -
|
0
|
|
Employee health insurance($21.300)
|
$ 21,300
|
$ 21,300
|
$ -
|
0
|
|
Miscellaneous ($1.200 +
$0,20q)
|
$ 1,400
|
$ 1,420
|
$ 20
|
U
|
|
Total Expenses
|
$ 163,200
|
$ 167,490
|
$ 4,290
|
U
|
|
Net Operating Income
|
$
16,800
|
$
30,510
|
$
13,710
|
F
|
|
Gambar
9-5 (Activity
variance dari perbandingan antaraPlanning Budget dan flexible budget
berdasarkan pada aktivitas aktual)
Sebagai
contoh,anggaran yang didasarkan pada 1.000 kunjungan klien menunjukkan revenue
$180.000 (=$180 per kunjungan klien x 1.000 kunjungan klien). Flexible budget
yang didasarkan pada 1.100 klien menunjukkan revenue sebesar $198.000 (=$180
per kunjungan klien x 1.100 kunjungan klien). Oleh karena salon mempunyai 100
kunjungan klien lebih banyak dari yang di anggarkan, maka actual revenue
seharusnya lebih tinggi dari revenue yang di anggarkan sebesar $18.000
(=$198.000-$180.000). varian tersebut ditunjukkan pada laporan sebagai $ 18.000
F(favorable). Sama halnya anggaran yang
didasarkan pada 1.000 kunjungan klien yang menunjukkan electricity cost sebesar
$1.600 (=$1.500 + 0,10 per kunjungan klien x 1.000 kunjungan klien). Flekxible
budget yang didasarkan pada 1.100 kunjungan klien menunjukkan electricity cost
sebesar $1.610(=$1.500 = 0,10 per kunjungan klien x 1.100 kunjungan klien).
Oleh karena salonnya mempunyai 100 kunjungan lebih banyak dari yang
dianggarkan, maka actual electricity cost seharusnya lebih tinggi dari cost yang
dianggarkan sebesar $10(=$1.610 - $1.600)
variance activity untuk electricity ditampilkan pada laporan sebagai $10
U (Unfavorable)
Oleh
karena semua varian dalam laporan tersebut merujuk kepada perbedaan tingkat
aktivitas antara anggaran yang direncanakan di awal periode dan tingkat
aktivitas actual, maka disebut activity variance. Sebagai contoh activity variance untuk
revenue adalah $18.000 F, activity variance untuk electricity adalah $10 U dan
seterusnya. Activity variance terpenting muncul pada bagian laporan paling
bawah, yaitu $13.710 F untuk Net
operating income Variance. Varian tersebut menunjukkan bahwa karena aktivitas
lebih tinggi dari yang diharapkan dalam anggaran yang direncanakan, Maka Net
operating income seharusnya lebih tinggi $13.710. perlu diperhatikan bahwa cost akan naik bila ada kelebihan aktivitas,
oleh karena itu varian tidak menguntungkan (unfavorable) tidak selamanya
mengindikasikan kinerja yang buruk.
Disisi
lain, activity variance menguntungkan untuk Net operating income adalah
penting. Pertama mari kita lihat, aktivitas naik 10%, tetapi flexible budget
mengindikasikan bahwa Net operating income seharusnya meningkat lebih dari 10%,
kenaikan 10% dalam net operating income dari $16.800 dalam anggaran yang
direncanakan akan menghasilkan Net operating income sebesar $ 18.480 (=1,1 x $
16.800); akan tetapi, flexible budget menunjukkan net operating yang lebih
tinggi lagi, yaitu $30.510. mengapa? Jawabannya dalah karena fixed cost. Ketika
kita membebankan kenaikan 10% terhadap net
operating income yang dianggarkan untuk mengestimasi profit pada tingkat
aktivitas yang lebih tinggi, kita mengasumsikan secara implicit bahwa revenue
dan costs meningkat 10%, tetapi seharusnya tidak begitu. Perhatikan bahwa
ketika tingkat aktivitas meningkat 10%, tiga jenis cost –rent, liability insurance , dan employee health insurance -tidak menigkat sama sekali. Costs tersebut
adalah murni fixed cost. Sehingga, ketika sales naik sebesar 10 % costs tersebut
tidak naik. Hal ini mengakibatkan Net operating income meningkat lebih dari
10%. Pengaruh yang sama akan terjadi dengan mixed cost yang mengandung elemen fixed
cost- wage and salaries, electricity dll. Ketika penjualan meningkat 10%, mixed
cost ini meningkat kurang dari 10%, mengakibatkan total kenaikan dalam net
operating income lebih dari 10%. Oleh karena adanya fixed cost tersebut, Net operating income tidak berubah
meskipun tingkat aktivitasnya berubah. Hal ini merupakan pengaruh leverage. Persentase perubahan dalam Net
operating income biasanya lebih besar dari persentase peningkatan aktivitas.
2.
Revenue and Spending Variances
Dalam pembahasan sebelumnya, kita telah menjawab
pertanyaan” Apakah dampak perubahan aktivitas terhadap revenue, cost dan profit?”
Dalam Pembahasan ini, kita akan menjawab
pertanyaan” Seberapa baik kita akan mengontrol revenue, cost dan profit?”
Flexibel
Budget didasarkan pada tingkat
aktivitas actual dalam pada tampilan 9-4 menunjukkan hal yang seharusnya terjadi pada tingkat aktivitas actual tertentu. jika kita membandingkan
flexible budget tersebut dengan hasil actual, maka kita membandingkan hal yang
seharusnya terjadi dengan hal actual yang terjadi. Hal ini disajikan dalam
tampilan 9.6
Dengan
memfokuskan revenue terlebih dahulu, flexible budget mengindikasikan bahwa,
pada tingkat aktivitas actual tertentu, revenue seharusnya adalah: $ 198.000.
Meskipun demikian total actual
revenue adalah $ 194.200. Akibatnya,
revenue menjadi $ 380.000 lebih sedikit dari
yang seharusnya , pada jumlah actual clien visit selama bulan tersebut.
perbedaan ini ditandai sebagai revenue
variance . Revenue varian adalah total perbedaan revenue yang seharusnya
terjadi , pada tingkat aktivitas actual tertentu, selama periode tersebut
dan actual total revenue. Jika actual revenue melebihi
revenue yang seharusnyaa, maka variance
ditandai sebagai menguntungkan. Jika actual revenue kurang dari yang
seharusnyaa, maka variance ditandai sebagai tidak menguntungkan. Mengapa actual
revenue dapat lebih kecil atau lebih besar dari yang seharusnya pada tingkat
aktivitas actual tertentu? pada dasarnya, revenue variance dianggap
menguntungkan jika average selling price lebih tinggi dari yang diharapkan dan
dianggap tidak menguntungkan jika average
selling price lebih rendah dari yang diharapkan. Hal ini dapat terjadi
untuk berbagai alasan termasuk perubahan selling price, perbedaan mix of
products sold, perubahan jumlah diskon yang diberikan, buruknya pengendalian
akuntansi dan sebaginya.
Selanjutnya
dengan memfokuskan pada cost, flexible budget mengindikasikan bahwa electricity
cost seharusnya adalah $1.610 untuk 1.100 kunjungan klien dibulan Maret. Akan
tetapi, actual electricity cost adalah $1.550. Oleh karena cost tersebut lebih
rendah $60 dari yang kita harapkan untuk tingkat aktivitas actual selama
periode tersebut, maka hal ini ditandai sebagai varian menguntungkan, $60 F.
Ini adalah contoh dari varian pengeluaran. secara definisi spending variance adalah perbedaan antara besar cost yang
seharusnya terjadi, pada tingkat aktivitas actual tertentu, dan jumlah actual cost.
Jika cost actual lebih besar dari seharusnya , maka variance ditandai sebagai
menguntungkan (favorable). Jika actual cost lebih kecil dari seharusnya, maka
variance ditandai sebagai tidak menguntungkan (unfavorable). Mengapa
suatu cost mempunyai varain menguntungkan atau tidak menguntungkan? Ada
beberapa kemungkinan penjelasan termasuk adanya pembayaran untuk input lebih
tinggi dari yang seharusnya, penggunaan terlalu banyak input untuk tingkat
aktivitas actual tertentu, perubahan teknologi, dan sebagainya.
Gambar
9-6 (revenue and spending variance)
Perhatikan
gambar 9-6 net income variance keseluruhan adalah $9.280 U (unfavorable).
Hal ini berarti pada tingkat aktivitas actual tertentu selama periode tersebut,
Net operating income lebih rendah $9.280 dari yang seharusnya. ada beberapa
alasan untuk hal ini, hal yang paling jelas adalah adanya revenue variance
tidak menguntungkan (unfavorable) sebesar$3.800. Selanjutnya adalah adanya varian
tidak menguntungkan sebesar $2.360 untuk sambutan klien. dengan kata lai, client
gratuities adalah 50% lebih besar dari yang seharusnya menurut flexible budget.
Rick ingin varian tersebut diselidiki lebih lanjut. Rick mungkin akan mengontrol sendiri client
gratuitiesnya. Jika tidak, dia mungkin ingin mengetahui siapa yang
mengotorisasi tambahan pengeluaran.
Mengapa sedemikian besar? Apakah diberikan lebih dari yang biasanya ? Jika ya,
mengapa? Apakah terdapat client gratuities yang terlalu mewah? Jika ya, mengapa? Perhatikan bahwa
varian yang tidak menguntungkan (unfavorable)
tersebut tidak berarti suatu hal yang buruk. Mungkin saja, sebagai contoh,
bahwa client gratuities yang mewah tersebut telah menyebabkan kenaikan 10%
kunjungan klien.
3.
Laporan Kinerja Kombinasi Antara Activity , Reveneu
And Spending Variance
Gambar 9-7 memperlihatkan suatau laporan kinerja
yang mengkombinasikan activity variance (dari Gambar 9-5) dengan revenue and
spending variance (dari gambar 9-6). Laporan tersebut menyatukan informasi dari
kedua gambar sebelumnya dengan cara yang lebih mudah dipahami mengenai hal yang terjadi selama periode.
Format dari laporan tersebut sedikit berbeda dengan format laporan sebelumnya dalam hala varian yang muncul
diantara jumlah yang akan dibandingkan
dan jumlah setelahnya. sebagai contoh, activity variance muncul diantara
jumlah anggaran yang direncanakan dan flexible
budget. Pada gambar 9-5, activity
variance muncul setelah planning budget dan flexible budget.
Perhatikan
dua angka khusus dalam laporan kinerja tersebut- activity variance untuk Net
operating income sbesar $13.710 F (favorable) dan revenue and spending
variance keseluruhan untuk Net operating
income sebesar $9.280 U (unfavorable). Sangat penting untuk
mengulangi apa arti kedua angka tersebut. Activity variance sebesar $13.710 F
terjadi karena aktivitas actual (1.100 visit-client) lebih tinggi dari tingkat
aktivitas yang dianggarkan (1.000 visit-client). Reveneu and Spending Variance
keseluruhan sebesar $9.280 U terjadi karena laba tidak sebesar yang seharusnya
untuk tingkat aktivitas actual tertentu selama periode. kedua jenis varian
tersebut memiliki banyak arti yang berbeda dan memerlukan penanganan yang
berbeda pula. agar menghasilkan activity variance menguntungka (favorable) untuk Net operating income ,
manajer harus meningkatkan kunjungan klien. Agar menghasilkan revenue variance
dan spending variance keseluruhan yang menguntungkan, manajer harus menjaga
harga jual, meningkatkan efisiensi operasi, dan mengurangi harga input.
Laporan
kinerja pada gambar 9-7 menyediakan informasi yang jauh lebih berguna untuk
manajer dibandingkan perbandingan sederhana atas anggaran dan hasil aktualnya
di gamabar 9-3. Pada gambar 9-3, pengaruh dari perubahan aktivitas dicampur
bersama-sama dengan pengaruh dari
kinerja pengendalian harga dan pengendalian operasi. laporan kinerja pada
gambar 9-7 secara jelas memisahkan pengaruh tersebut, memudahkan manajer untuk
melakukan pendekatan yang lebih berfokus dalam
mengevaluasi operasi.
Gambar 9-7
(Laporan kinerja Activity variance, revenue and spending variance)
Untuk memahami cara kerja laporan kinerja tersebut,
lihat pada hairstyling supplies dalam laporan kinerja. Dalam anggaran yang
direncanakan, cost ini adalah $1.500, dimana actual cost selama periode adalah $
1.620. Dalam perbandingan antara
anggaran yang direncanakan dengan hasil aktualnya adalah di gamabr 9-3,
perbedaan tersebut ditandai sebagai varian tidak menguntungkan (unfavorable) sebesar $120. Gambar 9-3
menggunakan pendekatan static planning
budget dalam membandingkan cost actual
pada suatu tingkat aktivitas terhadap budgeted cost pada tingkat aktivitas lainnya. Seperti yang
kita katakana sebelumnya , hal ini bagaikan membandingkan apel dan jeruk.
Varian tersebut sebenarnya merupakan gabungan dari dua pengaruh yang sangat
berbeda. Hal ini dijelaskan dalam laporan kinerja gambar 9-7. Perbedaan antara
jumlah yang dianggarkan dan hasil aktualnya terdiri atas dua varian yang
berbeda , activity variance tidak menguntungkan (unfavorable) sebesar $150 dan varian pengeluaran menguntungkan (favorable) sebesar $30. Activity
variance terjadi karena aktivitas lebih besar dari yang direncanakan sehingga akan menghasilkan total cost yang
lebih tinggi untuk variable cost. Varian
pengeluaran yang menguntungkan terjadi karena cost yang dikeluarkan untuk hairstyling
supplies lebih sedikit dari yang diharapkan pada tingkat aktivitas actual yang
diberikan untuk bulan tersebut.
Laporan
kinerja flexible budget di Gambar 9-7 menyediaka penilaian kerja yang lebih
valid daripada perbandingan sederhana antara static planning budget cost dan
actual cost karena actual cost tersebut dibandingkan dengan cost yang
seharusnya terjadi pada tingkat aktivitas actual. Dengan kata lain, apel
dibandingkan dengan apel. ketika hal ini dilakukan, kita melihat bahwa spending
variance untuk hairstyling supplies adalah
$30 F (favorable) bukan $120 U (unfavorable) sebagaimana terdapat dalam
laporan kinerja static planning budget awal (lihat Gambar 9-3). Dalam beberapa
kasus, seperti hairstyling supplies di laporan Rick, static planning budget
variance yang tidak menguntungkan dapat diubah menjadi spending and revenue
variance yang menguntungkan ketika peningkatan diperhitungkan secara tepat.
4.
Laporan Kinerja Dalam Organisasi Nirlaba
Pada dasarnya, laporan kinerja dalam organisasi
nirlaba sama dengan laporan kinerja seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Organisasi nirlaba biasanya menerima jumlah dana yang besar dari suatu sumber
yang bukan merupakan penjualan. Sebagai
contoh, universitas menerima dananya
dari penjualan (uang sekolah yang dibebankan ke mahasiswa), dari dana yayasan
dan donasi, dan dalam hal universitas negeri dana dari pemerintah. Ini berarti
bahwa, seperti halnya cost, revenue
dalam pemerintahan dan organisasi nirlaba terdiri atas elemen tetap dan
variable. sebagai contoh, revenue, di Seattle Opera Company selama setahun
terakhir terdiri atas hibah dan donasi
sebesar $ 12.719.000 dan penjualan tiket
sebesar $8.125.000 (harga tikrt sekitar $ 75,35 per tiket terjual). Akibatnya,
rumus revenue untuk organisasi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:
Revenue
= $ 12.719.000 + $ 75,35 q
Diman q adalah jumlah tiket yang terjual. Dalam hal
lain, laporan kinerja untukSeattle Opera dan laporan organisasi nirlaba lainnya
akan sama dengan kinerja di gambar 9-7
5.
Laporan Kinerja Dalam Pusat Biaya (Performance
Report In Cost Center)
Laporan Kinerja sering kali dibuat untuk organisasi
yang tidak mempunyai sumber pendapatan dari luar. Secara khusus, dalam
organisasi besar, laporan kinerja dibuat di setiap departemen dari luar. Secara
Khusus, dalam organisasi besar, laporan kinerja dibuat disetiap departemen
termasuk departemen yang tidak menjual apa pun ke pihak luar. Sebagai contoh,
laporan kinerja yang biasanya dibuat oleh departemen produksi di perusahaan
manufaktur. Laporan tersebut seharusnya dibuat menggunakan prinsip yang sama
dengan yang telah kita diskusikan dan harus terlihat seperti laporan kinerja di
Tampilan 9-7 dengan pengecualian bahwa revenue dan net income operation, tidak
akan muncul dalam laporan, Oleh karena Manajer didepartemen tersebut bertanggung jawab untuk cost, bukan revenue,
maka departemen ini sering disebut cost
center.
C.
FLEXIBLE BUDGET WITH MULTIPLE COST DRIVERS
Di Rick’s Hairsyling, kita hanya
mengasumsikan bahwa hanya ada satu cost
drivers yaitu jumlah kunjungan klien (client-visit). Akan tetapi, dalam bab
perhitungan biaya kita mengetahui bahwa ada lebih dari satu cost drivers yang
mungkin diperlukan untuk menjelaskan semua biaya yang ada dalam suatu
organisasi. Sebagai contoh, sejumlah biaya di Rick’s Hairstyling mungkin
bergantung pada jumlah jam salon beroperasi, bukan jumlah kunjungan klien.
Secara khusus, hampir semua karyawan Rick dibayar dengan gaji, tetapi beberapa
diantara mereka dibayar berdasarkan jam kerja. Tidak ada seorang karyawan yang
dibayar berdasarkan jumlah pelanggan yang dilayaninya. Akibatnya, formula cost untuk
wage and salaries akan lebih akurat jika kita menyatakan berdasarkan jam
operasi daripada jumlah kunjungan klien. Electricity cost bahkan lebih
kompleks. sebagian cost adalah tetap—gas untuk pemanas harus berada pada
tingkat minimum pada malam hari ketika salon tutup. Beberapa dari biaya
bergantung pada jumlah kunjungan klien yang dilayani. Beberapa cots bergantung
pada jumlah jam salon beroperasi— cost of lighting disalon dan pemanas ruangan.
Akibatnya rumus electricity cost akan lebi akurat jika dihitung dengan jumlah
kunjungan klien dan jam beroperasi daripada hanya berdasarkan jumlah kunjungan
klien.
Gambar 9-8 Flexible budget with
multiple cost drivers
Dalam fleksible budger tersebut, disajikan dua
pemicu cost-kunjungan klien dan jam beroperasi dimana q1 mengacu
pada jumlah kunjungan klien dan q2 mengacu pada jam operasi .
Sebagai contoh, wage and salaries bergantung pada jam operasi cost formulanya adalah $65.000 + $220q2.
Oleh karena salon beroperasi actual sebanyak 185 jam, maka fleksible
budget untuk wage and salaries adalah $
105.700 (=$65.000 + $220 x 185). Electricity cost bergantung pada kedua variable: yaitu kujungan klien dan
jam operasi sehingga cost formula nya menjadi $390 + $0,10 q1 +
$6,00 q2. Oleh karena jumlah kunjungan klien actual adalah 1.100 dan
salon beroperasi actual sebanyak 185 jam, maka jumlah fleksible budget untuk
electricity adalah $1.610 (=$390 + $0,10 x 1.100 x $6,00 x 185).
Fleksible Budget yang direvisi berdasarkan kedua
variable, yaitu kunjungan klien dan jam
beroperasi, dapat digunakan seperti halnya kita menggunakan flexible
budget sebelumya yang hanay berdasarkan kunjungan klien untuk menghitung
activity variance pada Gambar 9-5 dan revenue and spending variance dig amber
9-6 dan laporan kinerja di gambar 9-7
Perbedaanya adalah bahwa cost formula yang didasarkan
pada lebih dari satu pemicu biaya lebih akurat daripada rumus biaya yang hanya
didasarkan pada satu pemicu biaya, variannya juga akan lebih akurat.
D.
BEBERAPA KESALAHAN UMUM
Kesalahan paling umum dalam membuat laporan kinerja adalah
mengasumsikan secara implicit bahwa semua fixed cost akan selalu tetap atau
mengasumsikan secara implicit bahwa semua variable cost akan selalu berubah.
Asumsi yang salah tersebut menyababkan ketidak akuratan dan varian yang salah.
Gambar 9-9
kesalahan analisi dalam membandingkan jumlah anggaran terhadap jumlah actual
(mengasumsikan semua pos laporan laba
rugi adalah tetap)
Gambar
9-10
kesalahan
analisis yang mengasumsikan semua pos
anggaran adalah variable
Ketika kita
mengasumsikan bahwa fixed cost selalu bersifat tetap, maka kesalahan ini
terjadi ketika static budget dibandingkan dengan actual cost tanpa disesuaikan
untuk tingkat actual aktivitas. Perbandingan tersebut terdapat pada Gambar 9-3.
Untuk lebih mudahnya perbandingan revenue budget dan hasil actual diulang pada
Gambar 9-9. Pada gambar 9-9, perhatikan bahwa budget cost untuk hairstyling
supplies sebesar $ 1.500 langsung dibandingkan dengan biaya actual sebesar
$1.620, menghasilkan varian tidak menguntungkan
(unfavorable) sebesar $120.
Akan tetapi, perbandingan ini hanya masuk akal
jika cost of haistyling supplies
adalah tetap. Jika biaya perlengkapan salon bukan fixed cost (dan memang
demikian), maka seseorang akan mengharapkan cost naik karena adanya peningkatan
aktivitas anggaran. Membandingkan static
planning budget cost dengan actual cost hanya masuk akal ketika jika
cost nya tetap. Jika costnya tidak tetap, maka perlu dibuat penyesuaian untuk
setiap perubahan aktivitas yang terjadi selama periode.
Kesalahan umum lainnya ketika membandingkan anggaran
dengan hasil aktualnya adalah dengan mengasumsikan bahwa variable cost akan
selalu variable. Laporan yang menghasilkan kesalahan tersebut muncul dalam
Gambar 9-10. Varian dalam Laporan ini dihitung dengan membandingkan hasil
actual terhadap jumlah angka dikolom kedua dimanas semua pos anggaran telah
dinaikkan sebesar 10%-- persentase dimana terjadi peningkatan aktivitas. Hal
ini merupakan penyesuaian yang dibuat dengan sangat valid jika suatu pos benar-benar
valid jika terdapat suatu pos mengandung elemen tetap. Sebagai contoh, rent
adalah tetap, jika salon melayani pelanggan lebih dari 10% dalam bulan
tersebut, apakah anda mengharapkan biaya sewa akan naik? jawabannya adalah
tidak. Biasanya rent adalah tetap dan tidak bergantung dengan volume bisnis.
Dengan demikian, jumlah sebesar $31,350 yang ditunjukkan kolom kedu adalah
salah, yang akan menghasilkan kesalahan varian menguntungkan (favorable)
sebesar $ 2,850. Faktanya, actual rent
yang dibayar sama dengan sewa yang dianggarkan sehingga tidak akan ada varian
pada suatu laporan tersebut.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN:
Berdasarkan
hasil pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Baik
static budget maupun flexible budget, kedua-duanya dapat dijadikan sebagai alat
bantu pengendalian biaya produksi, akan tetapi flexible budget lebih efektif
dijadikan sebagai alat bantu pengendalian biaya produksi karena flexible budget
disusun berdasarkan beberapa tingkat aktivitas.
2. Static
Planning Budget adalah anggaran yang disiapkan hanya untuk suatu level
aktivitas tertentu yang direncanakan. Kelemahan menggunakan static budget
adalah munculnya kesulitan dalam menilai kinerja aktivitas apabila aktivitas
aktual berbeda dengan aktivitas yang direncanakan. Untuk dapat menilai
aktivitas aktual dengan dengan lebih baik, anggaran harus dibuat fleksibel.
3. Ketika
Flexible Budget dibandingkan dengan anggaran diawal periode, hasilnya adalah
activity variance. Activity variance menunjukkan perubahan pendapatan atau
biaya yang seharusnya terjadi, sesuai dengan perbedaan antara aktivitas
anggaran dan hasil aktualnya.
4. Ketika
Flexible Budget dibandingkan dengan hasil actual maka hasilnya adalah revenue
and spending variance. Revenue Variance yang menguntungkan (Favorable)
mengindikasikan bahwa reveneu lebih besar dari yang diharapkan, pada tingkat
actual aktivitas tertentu. Reveneu Variance dikatakan Unfavorable
mengindikasikan bahwa revenue lebih
kecil dari yang seharusnya terjadi, pada tingkat actual aktivitas tertentu.
Spending Variance yang
Favorable mengindikasikan bahwa cost lebih kecil dari yang diharapkan, pada
tingkat aktivitas tertentu dan Unfavorable ketika cost lebih besar dari yang
diharapkan.
5.
Kesalahan paling
umum dalam membuat laporan kinerja
adalah mengasumsikan secara implicit bahwa semua fixed cost akan selalu tetap
atau mengasumsikan secara implicit bahwa semua variable cost akan selalu
berubah. Asumsi yang salah tersebut menyababkan ketidak akuratan dan varian
yang salah.

0 komentar: